Senin, 20 Juni 2016

TUGAS MATKUL SIM KELOMPOK 5 MALAM

Menuhi Tugas Presentasi

Mata Kuliah
"Sistem Informasi Manajemen"


logo-stmik-cikarang



Disusun Oleh Kelompok 5 Malam
Agus Hendrayanto 14429008
Ahmad Syamsu Rizal 14429010
Budi Ahmad Dini 14429021
Dedi Aliyudra   14429032





            Tema   : Sistem Pendukung Pengambil Keputusan (DSS)
Dosen : Asep jalaludin,ST,MM
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Cikarang 
2016


KATA PENGANTAR

        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas presentasi tentang Manajemen Reporting System. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Asep jalaludin,ST,MM selaku Dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan tugas yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga apa yang kami sampaikan dalam tugas bisa bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi yang membanya pada umumnya. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih.



Definisi DSS
Menurut Dadan Umar Daihani (2001:54),menjelaskan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem

yang berbasis computeryang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Efraim Turban mengemukakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur

DSS merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi tidak terstruktur, di mana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

Menurut Herbert A. Simon (Kadarsah, 2002:15-16), tahap – tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut : 
1.   Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace )
    Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
2.   Tahap Perancangan ( Design Phace )
    Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.
3.   Tahap Pemilihan ( Choice Phace )
     Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantaraberbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
4.   Tahap Impelementasi ( Implementation Phace )
   Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan.


Tujuan Sistem Pendukung Keputusan
  1. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur.
  2. Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer.
  3. Peningkatan produktivitas. Membangun satu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan).
  4. Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin banyak data yang diakses, semakin banyak data yang diakses, makin banyak juga alternatif yang bisa dievaluasi.
  5. Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi sulit.



Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
  1. Dukungan untuk pengambil keputusan, terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur.
  2. Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini.
  3. Dukungan untuk individu dan kelompok.
  4. Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: inteligensi, desain, pilihan, dan implementasi.
  5. Dukungan pada berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.
  6. Pengguna merasa seperti di rumah. User-friendly, kapabilitas grafis yang kuat, dan sebuah bahasa interaktif yang alami.
  7. Pengambil keputusan mengontrol penuh semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah.
  8. Menggunakan model-model dalam penganalisisan situasi pengambilan keputusan.



Tahapan dan Proses Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

  • Fase Inteligensi 

Intelegensi dalam pengambilan keputusan meliputi scanning (Pemindaian) lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang masalah. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain identifikasi masalas (peluang), klasifikasi masalah, dan kepemilikan masalah.
  • Fase Pilihan 

Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir.
  • Fase Design

Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir
  • Fase Implementasi
Pada hakikatnya implementasi suatu solusi yang diusulkan untuk suatu masalah adalah inisiasi terhadap hal baru, atau pengenalan terhadap perubahan. Definisi implementasi sedikit rumit karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan batasa-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi suatu sistem komputer.

Macam-macam Metode Sistem Pendukung Keputusan
  1. Metode Sistem Pakar
  2. Metode Regresi Linier
  3. Metode B/C Ratio
  4. Metode AHP


Kesimpulan

Sistem pendukung keputusan dirancang memiliki sifat yang dinamis dan fleksibel dalam perusahaan. Sistem pendukung keputusan membantu memberikan alternatif-alternatif pada proses pengambilan keputusan, tetapi tidak menggantikan pemakai sebagai pengambil keputusan. Konsep DSS merupakan sebuah sistem interaktif berbasis komputer yang membantu pembuatan keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur dan semi terstruktur.



NOTE :
1. pertanyaan dari Agung Anugrokho 

Tolong Jelaskan tentang bagaimana fase design!
jawaban : Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir











Senin, 18 Januari 2016

TUGAS BAB VI TELNET DAN FTP

Tugas Pendahuluan
1. Apa perbedaan fungsi telnet dan ftp ?


Telnet merupakan perangkat lunak (softwere) yang digunakan untuk melakukan kontrol jarak jauh pada sistem komputer.

Telnet digunakan untuk melakukan login ke komputer lain yang ada di jaringan internet dan dapat melakukan akses pada pelayanan umum, termasuk pada berbagai macam database.

fungsi utama pada Telnet adalah untuk dapat mengakses komputer dari jarak jauh. Karena Telnet dapat memungkinkan komputer penggunanya menjadi terminal dari komputer yang lain di jaringan internet.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan dan masih digunakan hingga saat ini.

Fungsi FTP adalah untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.

2. Klasifikasikan jenis ftp server berdasarkan tipe usernya!


a. Anonymous FTP Server atau dapat juga disebut Public FTP Server.

Server komputer ini dapat diakses dan terbuka bagi semua pemakai internet. File-file dalam server ini dapat di-download secara gratis. Untuk menggunakan Anonymous FTP ini pennguna memasukkan login dengan username Anonymous dan password yang dipakai berupa alamat e-mail atau dapat pula menggunakan username guest tanpa password, hal ini tergantung dari server FTP yang dituju.

b. Private FTP Server


Server komputer ini hanya bisa diakses dan dipergunakan oleh usertertentu yang terdaftar secara resmi. Server ini biasanya berisi data dan informasi pribadi yang khusus digunakan untuk pemakai tertentu atau perusahaan tertentu. Pemakai khusus ini biasanya mempunyai username dan password untuk dapat terhubung dengan server jenis ini.


3. Pada Linux Redhat versi 8.0 keatas, program ftp server telah menggunakan vsftpd, setelah sebelumnya digunakan wu-ftpd. Sebutkan beberapa keunggulan dari program vsftpd dibandingkan dengan wu-ftpd.


VSFTPD yaitu berprioritas pada keamanan dan kecepatan. Beberapa fitur lain yang dimiliki vsftpd, di antaranya, virtual IP configura-tion, virtual users, powerful per-user configurability, bandwidth throttling, dan sebagainya.

sedangkan Wu-FTPD dikenal sebagai ftp daemon yang paling banyak digunakan di Internet. Sayangnya, sebagai salah satu FTP server tertua, Wu-FTPD mempunyai banyak sekali celah keamanan yang dapat ditembus. Di situsnya sendiri tertera beberapa patch yang bisa didownload untuk menambal celah keamanan di Wu-FTPD. Tentu hal ini sangat riskan bagi server-server bisnis yang sangat mengutamakan keamanan pada servernya. Selain itu, fitur yang dimiliki oleh FTP Server yang satu ini juga tidak banyak.

Percobaan :


1. Login sebagai root dengan mengetikkan perintah :sudo su

2. Menginstall program vsftpd dan telnetd :
# apt-get install vsftpd
# apt-get install telnet


3. Jalankan perintah # ifconfig :


4. Jalankan perintah # netstat -r :


5. Catatlah berapa nomer port yang digunakan oleh telnet dan ftp. File /etc/services menyimpan file nomor port dan service daemon.
# cat /etc/services | grep ftp



# cat /etc/services | grep telnet



6. Melakukan perintah dibawah ini :
# vi /etc/vsftpd.conf



7. Menghapus rule firewall dengan perinah :
# iptables -F


8. Uji coba localhost dengan perintah dibawah ini :
# telnet localhost

# ftp localhost

Minggu, 17 Januari 2016

TUGAS BAB V ROUTING TINGKAT LANJUT

1. Jelaskan apa perbedaan command router memakai -n dan tidak
Berdasarkan praktek dengan perintah route -n(menampilkan gateway)
sedangkan dengan perintah "tanpa -n" route (gateway tidak di tampilkan pada console)

2. Jelaskan tentang IP Aliasing

IP Aliasing adalah adalah mapping single MAC Address untuk multiple IP address. Dengan IP Aliasing kita bisa memasang lebih dari 1 IP pada sebuah LAN Card.

Percobaan :

Pada percobaan gambar pertama tidak bisa di lakukan koneksi karena router tidak bisa menerima ip 10.2.2.1dan ip 10.1.1.1 dalam satu router, begitu pula pada ip10.3.3.1 dan ip 10.1.1.254

pada percobaan gambar kedua

Untuk IP Address 192.168.16.1 sebelumnya sudah terkonfigurasi pada interface eth0.

Cara menambahkan IP Address 192.168.18.1 dan192.168.20.1 pada interface eth1, maka langkah selanjutnya adalah masuk kebagian directory konfigurasi IP Address dengan mengetikkan perintah :

cd /etc/sysconfig/network-scripts/

Pada terminal linux

Untuk melihat file konfigurasi eth1 maka ketikkan perintah

ls

Pada terminal linux anda, maka akan terlihat file-file konfigurasi.

Untuk membuat file konfigurasi tambahan untuk IP Address yang lainnya, copy kan file konfigurasi eth1menjadi ifcfg-th1:0 dan ifcfg-th1:1 dengan mengetikkan perintah :

cp ifcfg-eth1 ifcfg-eth1:0
untuk file konfigurasi IP Address 192.168.18.1


cp ifcfg-eth0 ifcfg-eth1:1
untuk file konfigurasi IP Address 192.168.20.1

Pada terminal linux

Untuk melihat file konfigurasi hasil copy-an yang telah dibuat tadi dapat dilihat dengan mengetikkan perintah:

ls
Pada terminal linux

Selanjutnya editlah file konfigurasi ifcfg-eth1:0 dengan mengetikkan perintah :

nano ifcfg-eth1:0

Pada terminal linux

Kemudian isikan konfigurasi file
ifcg-eth1 seperti berikut ini.

DEVICE=eth1:0
nama interface virtual
HWADDR=08:00:27:fa:4a:8c
sesuaikan dengan mac address asli
NM_CONTROLLED=yes
ONBOOT=yes
aktifkan konfigurasi saat booting
IPADDR=192.168.18.1
konfigurasi IP Address
NETMASK=255.255.255.0
konfigurasi Netmask
TYPE=Ethernet
jenis interface Ethernet
GATEWAY=192.168.18.1
konfigurasi Gateway
Save file konfigurasi tersebut dengan nama yang sama.

Untuk melakukan file konfigurasi network ifcfg-eth1:1gunakan text editor nano dengan mengetikkan perintah :

nano ifcfg-eth1:1

Pada terminal linux

Setelah itu, isikan konfigurasi file network konfigurasiifcg-eth1 seperti berikut ini.

DEVICE=eth1:1
nama interface virtual
HWADDR=08:00:27:fa:4a:8c
sesuaikan dengan mac address asli
NM_CONTROLLED=yes
ONBOOT=yes
aktifkan konfigurasi saat booting
IPADDR=192.168.20.1
konfigurasi IP Address
NETMASK=255.255.255.0
konfigurasi Netmask
TYPE=Ethernet
jenis interface Ethernet
GATEWAY=192.168.20.1
konfigurasi Gateway

Lalu save file konfigurasi tersebut dengan nama yang sama, seperti gambar berikut ini.

Setelah semua file konfigurasi network interface selesai disetting, kemudian untuk mengaktifkan konfigurasi tersebut restartlah service networking dengan mengetikkan perintah:

/etc/init.d/network restart

atau

service network restart
pada terminal dan pastikan servicenya running kembali.

TUGAS BAB IV LINUX ROUTER

a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan router

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

b. Jelaskan secara singkat bagaimana komputer bisa mengirim data antar jaringan.

Untuk mengirim data antar jaringan komputer kita membutuhkan perangkat jaringan komputer. Perangkat jaringan komputer yang pertama tentu saja komputer. Dengan menambahkan kartu jaringan (ethernet card atau Network Interface Card – NIC) dan sarana penghubung berupa kabel yang sesuai, maka terbentuklah jaringan komputer. Selanjutnya, diperlukan pengaturan-pengaturan tertentu di setiap komputer agar jaringan bisa beroperasi. Perangkat jaringan komputer lainnya, jika diperlukan, dapat ditambahkan sebuah hub/switch sebagai pengatur aliran data. Bila akan membuat jaringan tanpa kabel (wireless), diperlukan alat khusus yang disebut access point.

c. Apa saja setting jaringan yang diperlukan jika kita perlu berkomunikasi dengan jaringan yang lain

settingan yang diperlukan dalam komunikasi jaringan

a. Media Komunikasi Jaringan

• Kabel digital (Kabel UTP, Kabel Koaxial, Fiber Optic), • Kabel analog (Kabel Telepon, Kabel Listrik), • Gelombang/tanpa kabel (Wireless) (Infra Red, BlueTooth, Satelit)

b. Area Jaringan Komputer

» LAN (Local Area Network)

Jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu local area (biasanya dalam satu gedung atau antar gedung). Biasanya digunakan di dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik, rumah sakit dan daerah yang sejenis.

» MAN (Metropolitan Area Network)

Pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota.

» WAN (Wide Area Network)

Sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.

c. Topologi Jaringan Komputer

» Topologi BUS

Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung atau kedua ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Masing-masing titik koneksi dihubungkan ke dua titik koneksi lainnya, kecuali komputer di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu titik koneksi lainnya.

» Topologi RING

Topologi ini mirip dengan topologi Bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan, sehingga menyerupai seperti lingkaran.

» Topologi STAR

Sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi, maksudnya semua komputer mengelilingi Hub pusat yang mengontrol komunikasi jaringan.

d. Hardware Jaringan Komputer

- Komputer - LAN Card : komponen untuk komunikasi antar komputer - RJ-45 Connector : penghubung antara kabel dan LAN Card - Hub / Switch : terminal sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data - Kabel UTP (Category 5) : media komunikasi - Crimping Tools : pemotong kabel dan penjepit kabel pada konektor RJ-45 - Kabel Tester : untuk menguji kondisi kabel

d. Jelaskan secara singkat apa itu tabel routing

untuk dapat melakukan pekerjaannya layer transport/network memerlukan informasi-informasi yang harus didapatkan dan kemudian akan disimpan. Informasi ini disimpan dalam suatu database yang disebut Route Table (tabel routing) yang juga disebut Routing Information Database (RIB).

e. Bagaimana cara mengkonfigurasi static routing

1. masuk dulu ke interfaces untuk konfigurasi ip pada tiap interfaces /etc/network/interfaces

kemudian akan muncul

auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.1 netmask 255.255.0.0 auto eth1 iface eth1 inet static

#membuat konfigurasi wireless terlebih dahulu

wireless-mode Ad-hoc wireless-essid jarkom wireless-channel 1 address 192.168.2.1 netmask 255.255.255.0

note: reboot lalu lihat dengan ifconfig apakah konfigurasi ip berhasil. dan check dengan iwconfig eth1 bila essid dan lain" sesuai dengan konfigurasi

2. setelah itu masuk ke /etc/sysctl.conf untuk konfigurasi :

net.ipv4.conf.default.rp_filter=1 net.ipv4.conf.all.rp_filter=1 #agar memforwardkan paket

net.ipv4.ip_forward=1 #lakukan ping.

icmpnya di 0 kan dahulu.

net.ipv4.icmp_echo_ignore_all=0

3. ketikan pada terminal perintah berikut :

#digunakan untuk mengaktifkan routing

echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

4. sekarang set routing staticnya:

route add -net 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.1.1 dev eth0 route add -net 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.2.1 dev eth1

f. Tuliskan kembali command route secara lengkap

Command Syntax
g. Jelaskan secara singkat apa kegunaan command traceroute dan tuliskan kembali command traceroute beserta parameternya

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

TUGAS BAB III SUBNETTING DAN NETMASK

TUGAS PENDAHULUAN
Subnet   Subnet - Id   Broadcast   Keterangan 
1 172. 16. 0. 0     invalid  
2 172. 16. 4. 0   172. 16. 4. 1  172. 16. 4. 254  
3 172. 16. 8. 0   172. 16. 8. 1  172. 16. 8 254  
4 172. 16. 12. 0 172. 16. 12. 1  172. 16. 12. 254  
...        
62 172. 16. 244. 0   172. 16. 244. 1    
63 172. 16. 248. 0   172. 16. 248. 1   
64 172. 16. 252. 0     invalid  

PERCOBAAN
- Masuk ke OS Linux, buka terminal ketik perintah
dmseg|grep eth untuk mengecek ethernet
Masukan konfigurasi jaringan, disini saya memakai IP192.168.100.198 netmask 255.255.255.0
maka perintahnya adalah :

ifconfig eth0 192.168.100.198 netmask 255.255.255.0 up

kemudian ketikan perintah ifconfig untuk mengecek hasil konfigurasi.


tes konektifitas menggunakan perintah ping komputer lain yang memiliki ip 192.168.100.197 dalam satu jaringan.




untuk tes terhadap koneksi lain subnet tidak bisa dilakukan karena tidak ada router

Tugas BAB II PING, ARP, RARP, TCPDUMP DAN ETHEREAL

Tugas Bab 2
Tugas Pendahuluan
a.       Apa kegunaan ARP
Jawaban:
Fungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi.

b.      Gambarkan dan jelaskan format datagram ARP Request/Reply
Jawaban:





Cara kerja protokol ARP :
Host Y melakukan broadcast dengan mengirimkan pesan ARP Request, apabila host yang dituju berada dalam satu jaringan maka host tersebut akan mengirimkan pesat ARP Reply yang berisikan informasi MAC.
Bila host yang dituju berada dalam jaringan yang berbeda maka yang akan mengirimkan
ARP Reply adalah Router yang memisahkan jaringan tersebut.

c.       Berada dimanakah tabel ARP cache itu  (di directory apa?)
Jawaban :
Komputer akan menyimpan ARP broadcast request ini kedalam ARP cache. ARP cache ini akan disimpan di RAM dan besifat sementara. ARP cache ini berisi tabel IP host serta phisical address komputer. ARP cache akan bertambah jika ARP Request mendapat jawaban. Anda dapat melihat ARP cache anda dengan mengetik “arp -a” pada CMD. Anda dapat menghapus ARP cache anda dengan mengetik “arp -d ”. Anda juga dapat mengatur sebuah static ARP dengan menuliskan “arp -s ”.
ARP cache ada di directory “hkey_local_machine/software/microsoft/windows/currentversion/app
management/arpcache/”

d.   Tuliskan option command arp (misal arp  –a, arp -??), dan jelaskan maksud dan
kegunaannya.
Jawaban :
ARP-s eth_addr inet_addr] if_addr [
ARP-d inet_addr [if_addr]
ARP-a inet_addr [] [-N if_addr]
-A Menampilkan entri ARP arus oleh menginterogasi arus
protokol data. Jika inet_addr yang ditentukan, IP dan fisik
hanya alamat komputer tertentu akan ditampilkan. Jika
lebih dari satu antarmuka jaringan menggunakan ARP, entri
untuk setiap tabel ditampilkan.
ARP-G Sama seperti-a.
inet_addr Menentukan alamat internet.
ARP-N if_addr Menampilkan entri ARP untuk interface jaringan yang ditentukan oleh if_addr.
-D Menghapus host ditentukan oleh inet_addr. mungkin inet_addr
wildcarded dengan * untuk menghapus semua host.
-S Menambahkan host dan mengasosiasikan alamat Internet inet_addr dengan eth_addr alamat fisik. Alamat fisik
diberikan sebagai 6 byte heksadesimal dipisahkan dengan tanda
hubung. Entri adalah permanen.
eth_addr Menentukan alamat fisik.
if_addr Jika ada, ini menentukan alamat Internet dari
tabel alamat antarmuka yang harus diubah terjemahan
Jika tidak hadir, interface yang berlaku pertama akan digunakan.

e.   Apa yang dimaksud dengan RARP

f.    Cari informasi tentang software sniffer tcpdump berikut command – command yang ada
pada tcpdump dan apa kegunaannya
jawaban :
Cari informasi tentang software sniffer tcpdump berikut command – command yang ada pada tcpdump dan apa kegunaannya


Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan terkadang menguraikan isi dari RFC (Request for Comments) atau spesifikasi yang lain.

TCPdump adalah tools yang berfungsi mengcapture, membaca atau mendumping paket yang sedang ditransmisikan melalui jalur TCP.

TCPdump diciptakan untuk menolong programer ataupun administrator dalam menganalisa dan troubleshooting aplikasi networking.

Seperti pisau yang bermata dua (hal ini sering kali disebut-sebut), TCPdump bisa digunakan untuk bertahan dan juga bisa digunakan untuk menyerang. Utility ini juga seringkali digunakan oleh para cracker untuk melaksanakan perkerjaannya, karena TCPdump bisa mencapture atau mensniff semua paket yang diterima oleh network interface.


beikut command pada Tcpdump :

» tcpdump-i eth0

Berfungsi untuk menangkap dari antarmuka ethernet tertentu. Ketika dieksekusi perintah tcpdump tanpa pilihan apapun, itu akan menagkap semua paket yang mengalir melalui semua interface. Opsi -i memungkinkan untuk menyaring pada interfece ethernet tertentu.

» tcpdump -c2 -i eth0

Berfungsi hanya menangkap jumlah ke n pada paket. Ketika dieksekusi perintah tcpdump ini memberikan paket sampai membatalkan perintah tcpdump. Menggunakan opsi -c dapat menentukan jumlah paket yang akan ditangkap. Misal, hanya menangkap 2 paket dari interface eth0.

» tcpdump -A -i eth0

Berfungsi menangkap tampilan paket dalam bentuk ASCII. Tambahkan opsi -A untuk mencetak paket dalam bentuk ASCII.

» tcpdump -XX -i eth0

Berfungsi menangkap tampilan paket dalam bentuk HEX dan ASCII. Beberapa pengguna mungkin ingin menganalisa paket dalam nilai hex, tcpdump menyediakan cara untuk mencetak paket dalam format kedua-duanya yaitu format ASCII dan HEX.

» tcpdumop -w data.pcp -i eth0

Berfungsi menangkap paket dan menulis ke file tcpdump memungkinkan untuk menyimpan paket ke file.

» tcpdump -r data.pcap

Berfungsi membaca file dari paket yang disimpan.

» tcpdump -n -i eth0

Berfungsi menangkap paket dengan alamat IP. Tambahkan opsi -n untuk menangkap paket dan ini akan menampilkan alamat IP dari mesin yang terlibat.

» tcpdump -i eth0 arp

Berfungsi hanya menerima paket dari tipe protokol tertentu. ini dapat menerima paket berdasarkan jenis protokol dan dapat menentukan salah satu dari protokol fddi, tr, wlan, ip,ip6, arp, rarp, decnet, tcp dan udp.
g.   Cari pula software sniffer ngrep berikut command-command tambahan yang ada pada ngrep dan apa kegunaannya.
jawaban :
ngrep (network grep) adalah jaringan packet analyzer ditulis oleh Jordan Ritter.
Ia memiliki antarmuka baris perintah, dan bergantung pada pcap library dan GNU regex library.
ngrep mendukung Berkeley Packet Filter (BPF) logic untuk memilih sumber jaringan atau tujuan atau protokol, dan juga memungkinkan untuk menyesuaikan pola atau kalimat biasa dalam payload data paket menggunakan GNU grep sintaks.
ngrep adalah sebuah aplikasi open source, Hal ini dapat dikompilasi dan porting ke berbagai platform, ia bekerja di banyak UNIX-seperti sistem operasi: Linux, Solaris, BSD, AIX, dan juga bekerja pada Microsoft Windows.

Command yang ada pada ngrep :
bahwa eth0 adalah interface jaringan yang digunakan.
Lalu lintas jaringan menangkap masuk / keluar ke / dari eth0 interface dan acara parameter berikut
HTTP (TCP / 80) GET atau POST metode
ngrep -q l -d eth0 -i "^ GET | ^ POST" tcp and port 80
Lalu lintas jaringan menangkap masuk / keluar ke / dari interface eth0 dan menunjukkan HTTP (TCP / 80) User-Agent String
ngrep -q l -d eth0 -i "User-Agent:" tcp and port 80
Lalu lintas jaringan menangkap masuk / keluar ke / dari interface eth0 dan menunjukkan DNS (UDP / 53) querys dan tanggapan
ngrep -q l -d eth0 -i " " udp and port 53
 

Percobaan :


Step ke 1:

Buka terminal dan jalankan command arp –a pada host anda masing-masing, catat dan amati hasilnya. Apa maksud output yang dihasilkan command arp –a



Hasilnya akan menampilkan alamat ip address dengan mac addressnya.



Step ke 2:
Lakukan command ping no_ip , pilih no_ip yang tidak terdaftar pada hasil percobaan 1 tapi masih dalam satu jaringan. saya coba ping dengan alamat ip 192.168.0.13hasilnya reply karena ada dalam satu jaringan.



Step ke 3: Jalankan perintah arp –a sekali lagi. Amati pada perbedaan output dibanding waktu percobaan no 1. Hasilnya akan menampilkan ip yang diping tadi.



Step ke 4:
Lakukan command ping no_ip , pilih no_ip yang sudah terdaftar pada percobaan no 1.



Step ke 5:
dikarenakan pc baru terhubung ke alamat ip baru pada percobaan ke 2, maka terjadi perbedaan dengan hasil step no 1.

Step ke 6a:



Step ke 6b: hasilnya akan disconnect



Step ke 6c: hasilnya unreachable, dikarenakan sudah disconnect.



Step ke 7a:
pada step berikut akan melakukan konfigurasi untuk mengkoneksi ulang alamat ip kembali ip yang down tadi.



Step ke 7b: hasilnya akan terkoneksi kembali.



Step ke 8: melakukan penambahan arp cache



Step ke 9 tcpdump:



Step ke 9 tcpdump –i eth0:



Step ke 9 tcpdump -n:



Step ke 9 tcpdump –n -t:



Step ke 9 tcpdump –n –t -e:



Step ke 9 tcpdump x-i eth0:



Step ke 10a:



Step ke 10b:



Step ke 10c:



Step ke 10d:



Step ke 10e:



Step ke 10f:



Step ke 10g:



Step ke 11:



Hasil ketika melakukan perintah ping ke komputer lain yang terhubung dengan komputer kita.

Dari gambar di atas bisa kita lihat ketika perintah pingkita jalankan dan berhasil, wireshark memunculkan pesan “reply” dan wireshark juga menampilkan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menerima paket data dari komputer lain.

Sedangkan untuk proses “ping” yang gagal bisa dilihat dari gambar di bawah ini, wireshark hanya menampilkan pesan “request” dan tidak ada pesan “reply”, maksudnya adalah komputer kita telah melakukan sebuah request paket data ke komputer dengan IP 192.168.0.100 yang dimana IP tersebut bukan dalam 1 jaringan dengan komputer kita. Dikarenakan IP tersebut tidak dalam 1 jaringan dengan komputer kita, maka pesan request dari komputer kita tidak akan sampai. Oleh karena itu wireshark tidak memunculkan pesan “reply”.